Showing posts with label kehamilan. Show all posts
Showing posts with label kehamilan. Show all posts

Saturday, August 27, 2011

T R I A G E

Pengertian  : Pemilahan / seleksi terhadap pasien menurut tingkat

                     kegawatan / prioritas kegawatan baik karena trauma atau
                       suatu penyakit.

Dasar Pemilihan :
·        Kondisi atau keluhan pasien
·        Riwayat penyakit
·        Gejala atau tanda
·        Pemeriksaan fisik

Katagori Pemilihan :
·        Non Urgent :
Pasien tidak harus segera mendapatkan tindakan pemeriksaan
( masih bisa menunggu )
·        Urgent :
Pasien harus diperiksa dengan segera dan harus dievaluasi selama menunggu pemeriksaan .
·        Emergent :
Pasien harus segera dilakukan tindakan tanpa menunggu waktu
karena bisa mengancam jiwa / kecacatan bila tidak segera
dilakukan tindakan .

Sunday, July 31, 2011

ASKEP IBU HAMIL TRIMESTER KEDUA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Ibu hamil trimester kedua yakni msa kehamilan pada minggu ke-14 sampai dengan minggu ke-24 kehamilan. Pada trimester kedua ini kehamilan biasanya sudah tampak jelas, ibu hamil dan keluarganya sudah mengatur waktunya untuk kehamilan. Sebagian besar ibu hamil pada trimester kedu ini tidak memiliki permasalahan yang serius. Namun tidak sedikit ibu hamil pada masa ini ketika memeriksakan kehmilannya mengeluhkan ketidaknyamanan. Kebanyakan dari keluhan ini adalah ketidaknyamanan normal dan merupakan bgin dari perubahan yang terjadi pada tubuh dan emosional ibu selama kehamilan. Adalah penting bagi seorang perawat untuk membedakan antara ketidaknyamanan normal dengan tanda-tanda bahaya.
Walaupun ketidaknyamanan yang umum dalam kehamilan trimester kedu ini tidak mengancam keselamatan jiwa, namun hal tersebut bisa sangat menjemukan dan menyulitkan bagi ibu. Perawat harus mendengarkan ibu, membicarakan tentang berbgai macam keluhannya dan membantu mencari cara untuk mengatasinya. Untuk itu diperlukan asuhan keperawatan yang tepat oleh seorang  perawat agar ibu hamil pada trimester kedu ini dapat menikmati kehamilannya.

ASMA DALAM KEHAMILAN

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Asma yang terkendali dengan baik tidak memiliki efek yang berarti pada wanita yang hamil, melahirkan ataupun menyusui. Asma mungkin membaik, memburuk atau tetap tidak berubah selama masa hamil, tetapi pada kebanyakan wanita gejala-gejalanya cenderung meningkat selama tiga bulan terakhir dari masa kehamilan. Dengan bertumbuhnya bayi dan membesarnya rahim, sebagian wanita mungkin mengalami semakin sering kehabisan nafas. Tetapi ibu-ibu yang tidak menderita asmapun mengalami hal tersebut karena gerakan diafragma/sekat rongga badan menjadi terbatas. Adalah penting untuk memiliki sebuah rancang tindak asma dan ini harus ditinjau kembali secara teratur selama masa kehamilan.
Dokter spesialis kebidanan perlu diberitahu bila si pasien meminum obat cortisone. Bagi wanita yang mengalami serangan asma yang dahsyat atau tidak stabil meskipun sudah diadakan pengendalian asma yang terbaik, rancang tindak mereka harus meliputi apa yang harus dilakukan ketika melahirkan, termasuk pilihan-pilihan jika dilakukan pembiusan. Hal ini harus diatur dengan konsultasi antara sang ibu, dokter kebidanan dan dokter ahli. Asma yang tidak dikendalikan ada hubungannya dengan sedikit meningkatnya kelahiran bayi yang berat badannya rendah dan terjadinya kelahiran sebelum waktunya.